MOTORACE.ID -- Kabar mengejutkan datang dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Bengkulu.
Ahmad Irfansyah memastikan dirinya tidak akan melanjutkan tongkat kepemimpinan sebagai Ketua IMI Bengkulu untuk periode berikutnya, meski di bawah kepemimpinannya organisasi tersebut mengalami perubahan yang dinilai luar biasa.
Keputusan ini memunculkan tanda tanya di kalangan pelaku otomotif, mengingat banyaknya capaian yang berhasil diraih selama masa jabatannya.
Ahmad Irfansyah diketahui mulai menjabat sebagai Ketua Umum IMI Bengkulu sejak tahun 2021, dengan masa jabatan yang akan berakhir pada 2026.
BACA JUGA:Ketika Kemenangan Tak Disambut Meriah, Mugello dan Luka Emosional Ducati MotoGP
BACA JUGA:Alberto Vergani Sebut Toprak Razgatlioglu Sebagai 'Casey Stoner 2.0'
Ahmad Irfansyah Beri Penghargaan di IMI Award Bengkulu 2024--IMI Bengkulu
Dalam kurun waktu tersebut, IMI Bengkulu mencatat berbagai kemajuan signifikan, baik dari sisi aset organisasi maupun perkembangan kegiatan otomotif di daerah. Perubahan ini dinilai membawa IMI Bengkulu ke level yang lebih profesional dan tertata.
Dari sisi aset, IMI Bengkulu kini memiliki kantor yang representatif lengkap dengan peralatan penunjang organisasi.
Organisasi juga memiliki kendaraan operasional, mulai dari sepeda motor milik IMI Bengkulu hingga mobil ambulans, yang sangat penting untuk menunjang kegiatan otomotif sekaligus aspek keselamatan dalam setiap event balap yang digelar.
Perkembangan otomotif Bengkulu juga terlihat dari kepercayaan nasional yang diberikan.
BACA JUGA:Wawan Tembong Amankan Podium Tertinggi Tolak Miskin Championship Kelas Bebek 4T TU 130cc ExRider
Sejumlah event besar berskala nasional sukses digelar di Bumi Rafflesia, seperti Kejurnas Motoprix serta Andalas Drag Series yang berstatus setara event nasional.
Geliat otomotif daerah pun semakin hidup dengan maraknya berbagai event balap dan kegiatan otomotif lainnya, membuka ruang pembinaan sekaligus hiburan bagi masyarakat.