MOTORACE.ID --- Kebijakan penggunaan bahan bakar Turbo di kelas utama ajang Drag Bike nasional tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku balap.
Menanggapi dinamika tersebut, Direktur On Road Sepeda Motor IMI Pusat, Medya Saputra, akhirnya buka suara terkait polemik yang berkembang.
Ia menegaskan bahwa IMI Pusat tidak tinggal diam dalam menyikapi berbagai masukan dari pembalap, tim, maupun penyelenggara.
Medya yang belum lama dipercaya mengemban jabatan strategis di tubuh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat memastikan akan segera melakukan pembahasan lanjutan.
BACA JUGA:AS Group Racing Team Resmi Luncurkan Tim dengan Tiga Rider Top untuk Sumatera Cup Prix 2026
BACA JUGA:Andi Gilang Resmi Gabung JDT Racing, Bersama Hafizh Syahrin Tampil di ARRC 2026
Penerapan Skema Seperti Motoprix
Langkah tersebut termasuk menjalin koordinasi dengan pihak Pertamina sebagai penyedia bahan bakar.
Upaya ini dilakukan agar keputusan yang diambil nantinya tetap mengedepankan aspek keadilan kompetisi, keselamatan, dan transparansi bagi seluruh peserta.
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penerapan skema seperti di ajang Motoprix.
Dalam kejuaraan tersebut, bahan bakar disediakan langsung oleh pihak penyelenggara sehingga seluruh peserta menggunakan spesifikasi yang sama.
BACA JUGA:YRFI Nasional Gandeng Yamalube Perkuat Kegiatan Komunitas Motor Yamaha di Indonesia
Sistem ini dinilai mampu menciptakan standar regulasi yang lebih terkontrol dan meminimalkan potensi perbedaan kualitas bahan bakar di lintasan.
Sebelum balapan dimulai, panitia dan peserta bersama-sama melakukan pengecekan serta pengukuran kadar oktan bahan bakar yang akan digunakan.
Dengan mekanisme tersebut, seluruh pembalap mengetahui secara terbuka spesifikasi bahan bakar yang dipakai sehingga potensi kecurangan dapat ditekan.