MOTORACE.ID --- Regulasi balap nasional 2026 resmi menghadirkan aturan baru yang cukup krusial, khususnya terkait partisipasi pembalap di lintasan.
Dalam Pasal 7 regulasi terbaru disebutkan bahwa setiap pembalap, di kategori apa pun, hanya diperbolehkan mengikuti maksimal tiga kelas, termasuk kelas supporting.
Ketentuan ini langsung menyita perhatian karena mengubah kebiasaan lama di mana pembalap kerap turun di banyak kelas sekaligus dalam satu ajang.
Ketua Umum IMI, Moreno Soeprapto, menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah melalui berbagai pertimbangan matang.
BACA JUGA:AS Group Racing Team Resmi Luncurkan Tim dengan Tiga Rider Top untuk Sumatera Cup Prix 2026
BACA JUGA:Andi Gilang Resmi Gabung JDT Racing, Bersama Hafizh Syahrin Tampil di ARRC 2026
Soroti Faktor Safety dan Kenyamanan
Ia menyampaikan bahwa fokus utama dari aturan ini adalah melindungi kondisi fisik dan keselamatan pembalap selama kompetisi berlangsung.
Intensitas balapan yang tinggi dinilai berpotensi memicu kelelahan apabila pembalap mengikuti terlalu banyak kelas.
"Bukan tanpa alasan, aturan ini dibuat demi pembalap itu sendiri. Kalau terlalu banyak kelas, pembalap bisa kelelahan. Jadi ini murni untuk faktor safety dan kenyamanan," tegas Moreno.
Pernyataan tersebut memperjelas bahwa pembatasan ini bukan untuk membatasi ruang kompetisi, melainkan menjaga standar keselamatan dan kualitas balapan secara keseluruhan.
BACA JUGA:YRFI Nasional Gandeng Yamalube Perkuat Kegiatan Komunitas Motor Yamaha di Indonesia
Dengan adanya pembatasan maksimal tiga kelas, IMI berharap kualitas persaingan semakin meningkat.
Risiko kelelahan dan potensi kecelakaan diharapkan dapat ditekan, sementara performa pembalap bisa lebih optimal di setiap kelas yang diikuti.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis menuju tata kelola balap nasional yang lebih profesional dan berorientasi pada keselamatan jangka panjang.