MOTORACE.ID --- Persaingan musim 2026 belum dimulai, namun situasi krusial sudah dihadapi oleh runner-up klasemen akhir WorldSBK 2025 dari tim Aruba.it Racing Ducati, Nicolo Bulega.
Pembalap asal Italia tersebut masih menunggu proses homologasi helm KYT yang hingga kini belum rampung.
Regulasi yang dimaksud adalah homologasi FIM FRHPhe-02 atau yang dikenal sebagai standar FIM 2, yaitu standar keamanan baru yang resmi berlaku mulai musim 2026 untuk ajang MotoGP, World Superbike Championship, dan kompetisi offroad.
Standar FIM 2 menggantikan regulasi sebelumnya dengan serangkaian pengujian yang lebih ketat.
BACA JUGA:SDW Dragbike Pemula Event 201M 2026 Siap Digelar di Sirkuit Parangtritis Depok
BACA JUGA:10 Pembalap Terpilih Lolos Seleksi Astra Honda Racing Team (AHRS) 2026
Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain uji benturan miring, pengujian rotasi, hingga sistem pelepasan cepat bantalan pipi.
Dalam perkembangan terkini, merek KYT yang digunakan Bulega masih berproses dan belum dinyatakan lolos homologasi.
Situasi serupa juga dialami oleh merek Suomy dan Nolan yang masih menunggu kepastian kelulusan standar tersebut.
Kondisi ini membuat keputusan penting harus segera diambil, mengingat seri pembuka WorldSBK 2026 akan berlangsung di Phillip Island Grand Prix Circuit pada 22–23 Februari 2026.
BACA JUGA:Tholetta Racing Team Siap Berkompetisi di Paser Cup Race 2026 dengan Formasi Lokal Pride
BACA JUGA:Jadwal Kejurnas dan Kejurprov 2026 di Kalimantan, Ini Daftar Seri dan Lokasinya
Waktu yang semakin sempit membuat segala kemungkinan mulai dipertimbangkan secara serius oleh pihak pembalap dan tim.
Jika hingga Hari Kamis belum ada kepastian terkait homologasi helm KYT, Bulega dikabarkan akan menyiapkan rencana B.
Opsi tersebut mengarah pada pergantian sponsor helm demi memastikan dirinya tetap dapat tampil sesuai regulasi pada seri perdana.