MOTORACE.ID --- Drag bike nasional diproyeksikan kembali bergairah pada 2026. Melalui Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai regulator resmi balap di Indonesia, regulasi baru tengah disusun agar lebih fair dan merakyat.
Dalam beberapa tahun terakhir, animo drag bike sempat menurun akibat aturan yang tidak seragam antar daerah serta penggunaan bahan bakar bebas yang cenderung menguntungkan tim dengan dukungan dana besar.
Pembenahan dilakukan secara menyeluruh. Ketua Komisi Drag Bike PP IMI, Tomi Wijanarko, menegaskan bahwa regulasi 2026 disusun selaras dengan kebutuhan para pelaku balap.
Fokus utama pembaruan terletak pada penyeragaman aturan teknis yang selama ini menjadi sorotan pembalap dan tim di berbagai wilayah.
BACA JUGA:BMS BAF Moto Show Round 2 2026 Siap Digelar di Palembang, Hadirkan 18 Kelas Kontes dan Point Battle
BACA JUGA:Pembinaan Balap Berjenjang ala WH19 Racing School, Fondasi Kuat Menuju Karir Profesional
Balap Drag Bike, Mandalika Drag Fest 2025--MGPA
Pada 2026, regulasi menetapkan penggunaan bahan bakar maksimal Pertamax Turbo serta spesifikasi mesin yang disamakan secara nasional.
Dengan aturan tersebut, diharapkan persaingan menjadi lebih setara dan kompetitif.
Tidak ada lagi perbedaan regulasi antar wilayah jika menggunakan regulasi nasional drag bike, sehingga pembalap tidak perlu bingung saat turun balap di luar provinsi atau pulau karena aturannya tetap sama.
Langkah ini menjadi fondasi penting untuk menghidupkan kembali atmosfer drag bike yang kompetitif, sehat, dan inklusif di seluruh Indonesia.
Dengan regulasi yang lebih jelas dan seragam, IMI berharap ekosistem balap lurus ini dapat kembali menarik minat pembalap muda, tim independen, serta sponsor untuk terlibat lebih aktif pada musim 2026.