MOTORACE.ID --- Direktur Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Alessio ‘Uccio’ Salucci, menyebut pihaknya tengah menyiapkan tawaran kontrak yang menarik agar Fabio di Giannantonio tetap bertahan bersama tim hingga MotoGP 2027. Langkah ini menjadi bagian dari strategi VR46 untuk mempertahankan performa kompetitif di kelas utama balap motor dunia.
Fabio di Giannantonio naik ke kelas MotoGP pada 2022 bersama Gresini Racing dan sejak saat itu selalu mengendarai motor Ducati. Namun, pada akhir 2023 ia harus meninggalkan Gresini setelah tim tersebut mendatangkan Marc Marquez untuk musim 2024.
Kondisi itu membuat VR46 merekrutnya pada 2024, sebelum Ducati Corse memberikan kontrak pabrikan yang memungkinkan ia membela VR46 dengan spesifikasi motor pabrikan hingga musim 2026.
BACA JUGA:Gelaran Seri Perdana Black Motodify Semarang 2026 Tunjukkan Evolusi Modifikasi yang Lebih Colourful
BACA JUGA:AHRT Siapkan Irfan Ardiansyah sebagai Pengganti M Badly di ARRC Thailand 2026 Kelas AP250
Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio--VR46 Racing Team
VR46 Apresiasi Perkembangan Sang Pembalap
“Saya ingat ketika kami mengontraknya dua tahun lalu, dia tak punya apa-apa. Saya senang kami menjadikannya pembalap yang diburu 'pasar'. Namun, dia prioritas kami,” ujar Salucci via Motorsport.com Italia, Selasa (28/4/2026).
Saat ini, Di Giannantonio tampil impresif dengan menempati peringkat ketiga klasemen dan menjadi pembalap Ducati dengan performa terbaik di musim berjalan.
Opsi Cadangan dan Nama dari VR46 Riders Academy
Meski demikian, VR46 juga menyiapkan sejumlah opsi lain apabila Di Giannantonio memutuskan hengkang, termasuk dari jajaran VR46 Riders Academy.
BACA JUGA:Bos Aprilia Racing Akui Diuntungkan Kondisi Sulit Marc Marquez di Awal MotoGP 2026
BACA JUGA:Hasil Balap Black Drag Bike Semarang 2026 di Sirkuit Skadron 31 AYC Penerbad
Nama-nama seperti Luca Marini, Franco Morbidelli, hingga Celestino Vietti masuk dalam pertimbangan. Bahkan, Salucci juga menyinggung nama Nicolo Bulega yang saat ini berstatus test rider Ducati dan pernah menjadi bagian dari akademi.
“Mengapa tidak (Nicolo) Bulega? Ada begitu banyak situasi yang terus kami pertimbangkan,” tutupnya.