MOTORACE.ID --- Keputusan Ducati memasangkan Marc Marquez dan Pedro Acosta untuk musim depan menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan di paddock MotoGP.
Formasi tersebut membuat tim pabrikan asal Italia itu tidak lagi diperkuat pembalap asal negaranya sendiri setelah berpisah dengan Francesco Bagnaia "Pecco".
Di sisi lain, Aprilia justru memilih mempertahankan identitas Italia dengan menurunkan Marco Bezzecchi dan Francesco Bagnaia "Pecco" sebagai duet pembalap pabrikan.
Perbedaan pendekatan tersebut memunculkan berbagai tanggapan mengenai strategi masing-masing tim dalam membangun kekuatan menghadapi persaingan MotoGP.
BACA JUGA:Hasil Balap Prolog Hiu Selatan 8 International Hard Enduro 2026 di Titik Nol KM Cilacap
BACA JUGA:VR46 Racing Team Perpanjang Kerja Sama dengan Ducati hingga 2029, Dukungan Pabrikan Tetap Berlanjut
Ducati Utamakan Kualitas Pembalap
CEO Ducati, Claudio Domenicali, menegaskan pemilihan pembalap dilakukan berdasarkan kemampuan di lintasan, bukan faktor kebangsaan.
Menurut Ducati, dasar pertimbangan utama meliputi:
- Performa dan konsistensi pembalap.
- Potensi meraih hasil terbaik sepanjang musim.
- Kemampuan beradaptasi dengan motor Ducati.
- Kontribusi terhadap target juara dunia.
Bukan Membangun Tim Berdasarkan Negara
Ducati menilai MotoGP merupakan ajang balap profesional yang mengedepankan kualitas individu.
Karena itu, pabrikan asal Italia tersebut memilih duet yang dianggap paling kompetitif tanpa mempertimbangkan asal negara pembalap.
BACA JUGA:Sirkuit Suryo Magetan Jadi Titik Awal Matapanah Cup Race 2026, Sebanyak 20 Kelas Dipertandingkan
BACA JUGA:MGPA Raih Penghargaan IMI Award 2026, Bukti Kesuksesan Indonesia Gelar Ajang Balap Dunia
"Kriteria pertama adalah performa, bukan paspor. Kami tidak ingin membuat tim nasional Spanyol, kami ingin pasangan pembalap terkuat yang mungkin," tambah Claudio Domenicali selaku CEO Ducati Corse yang melansir media terbesar Italia, Gazzetta dello Sport.
Strategi Berbeda dengan Aprilia
Pendekatan Ducati berbeda dengan Aprilia yang memilih mengandalkan dua pembalap Italia sebagai representasi identitas pabrikan.
Meski memiliki strategi yang berbeda, kedua tim sama-sama menargetkan hasil maksimal dalam persaingan MotoGP musim depan dengan komposisi pembalap yang diyakini mampu membawa mereka bersaing di papan atas.