Setelah F1 Bahrain Dipindahkan, MotoGP Qatar 2026 Kini Ikut Dihantui Ketidakpastian

Minggu 16-08-2026,06:00 WIB
Reporter : Prasuda Mega
Editor : Denmas

MOTORACE.ID --- MotoGP Qatar 2026 di Sirkuit Lusail kembali menghadapi ketidakpastian menyusul konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini masih berlangsung. 

Balapan yang semula dijadwalkan pada Sabtu-Minggu, (11-12/04/2026) sebelumnya telah ditunda dan dijadwalkan ulang menjadi Minggu, (08/11/2026), tetapi perubahan tersebut kini kembali dipertanyakan karena situasi keamanan di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya kondusif. 

Kondisi ini membuat kemungkinan pemindahan seri Qatar ke negara lain mulai menjadi pembahasan. 

Terlebih, pengalaman Formula 1 yang memindahkan balapan Bahrain ke Sepang, Malaysia, dapat menjadi gambaran jika MotoGP harus mengambil langkah serupa.

BACA JUGA:Persaingan MotoGP 2026 Memanas, Rekor 10 Tahun Lalu Mulai Terancam

BACA JUGA:Padahal Bukan dari Start Ideal, Fadhil Musyavi Justru Mampu Tembus Podium Race 2 ARRC AP250 Indonesia 2026


MotoGP Qatar 2025 di Sirkuit Lusail--VR46 Racing Team

Jadwal Baru Masih Dibayangi Konflik

MotoGP Qatar menjadi salah satu seri penting dalam kalender 2026 karena berada di penghujung rangkaian balapan Asia dan Australia sebelum kejuaraan kembali menuju Eropa. 

Setelah Qatar, kalender dijadwalkan berlanjut ke Portugal pada Minggu, (22/11/2026), kemudian ditutup di Valencia, Spanyol, satu pekan setelahnya.

Situasi tersebut membuat persoalan logistik menjadi salah satu pertimbangan apabila balapan di Lusail benar-benar dipindahkan. 

Perpindahan lokasi dalam waktu yang relatif singkat tentu membutuhkan penyesuaian transportasi, pengiriman perlengkapan tim, hingga persiapan sirkuit pengganti.

BACA JUGA:Ban Belakang Jadi Senjata Raul Fernandez, Begini Strateginya Saat Menang di MotoGP Inggris 2026

BACA JUGA:Kejurda Dragbike 201M Putaran 1 2026 Digelar di Cimahi, Hadirkan 13 Kelas dan Hadiah Belasan Juta Rupiah

MotoGP Pertimbangkan Opsi Pemindahan

CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carmelo Ezpeleta, mengakui bahwa pihaknya turut mempertimbangkan situasi tersebut setelah Formula 1 lebih dahulu menghadapi kondisi serupa. 

Meski demikian, ia menilai situasi MotoGP berbeda karena Qatar merupakan satu-satunya balapan yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Kategori :