Drama terjadi pada lap terakhir. Diva berhasil melakukan overtake terhadap Jiraj Wannalak di tikungan terakhir, tepat sebelum garis finis, sehingga mengantarkannya ke posisi keempat dan berada tepat di belakang rekan setimnya, M Zidane.
BACA JUGA:Dari Kelas Bracket hingga Sunmori, Danlanud Drag Bike 2026 Tawarkan Persaingan Ketat Berhadiah Besar
Double Podium Jadi Persembahan untuk Indonesia
Setelah balapan berlangsung selama 25 menit + 2 lap, M Zidane finis di posisi ketiga, sedangkan Diva Ismayana menempati P4. Hasil tersebut memastikan dua pembalap Ducati MX Team Indonesia mengamankan double podium sekaligus memperlihatkan konsistensi performa pembalap Indonesia di tengah persaingan motocross internasional.
M Zidane mengatakan, “Saya sangat senang bisa finis di posisi ketiga, apalagi berhasil mendapatkan holeshot dan sempat memimpin balapan di awal. Setelah itu Okura dan Gibbs mulai menemukan ritme mereka dan saya harus fokus menjaga pace supaya tetap berada di posisi tiga besar. Lintasan pasir memang menjadi salah satu karakter trek yang saya suka, jadi saya berusaha memaksimalkan feeling tersebut sepanjang balapan. Podium ini terasa lebih spesial karena kami bisa mempersembahkannya untuk Indonesia di momen HUT Kemerdekaan ke-81.”
Sementara itu, Diva Ismayana menuturkan, “Hasil P4 ini sangat saya syukuri karena lintasan pasir bukan karakter trek yang paling mudah bagi saya. Saya lebih terbiasa dengan hard pack, jadi dari awal saya harus terus mencari feeling dan menyesuaikan gaya balap. Saya mencoba tetap tenang dan menjaga pace sampai akhir. Di lap terakhir saya melihat ada kesempatan untuk melewati Wannalak dan saya langsung mengambilnya di tikungan terakhir. Bisa berdiri di podium sambil membawa nama Indonesia di momen HUT Kemerdekaan ke-81 tentu menjadi kebanggaan yang luar biasa.”
Team Manager Ducati MX Team Indonesia, Johny Pranata, turut mengapresiasi perjuangan kedua pembalapnya. “Hari ini kami menunjukkan bahwa Merah Putih bukan hanya hadir di grid, tetapi juga berdiri di podium. Zidane dan Diva bertarung melawan pembalap-pembalap kuat dari Jepang, Australia, dan Thailand, dan mereka membuktikan bahwa pembalap Indonesia mampu berada di barisan depan. P3 dan P4 ini adalah pesan bahwa Indonesia punya pembalap yang mampu bersaing di level internasional,” ujarnya.