Meski kecewa dengan hasil tersebut, Zulfahmi bersyukur Danish tidak mengalami cedera serius akibat kecelakaan.
"Syukurlah, dia tidak mengalami cedera apa pun," imbuhnya, dilansir BolaSport.com dari laman ZKRacing.
BACA JUGA:Round 4 Superchallenge Superprix 2026 Jadi Momentum Alfi Husni Pangkas Selisih Poin
Fokus Bangkit di MotoGP Aragon
Di balik kegagalan mencetak poin, Zulfahmi tetap menilai performa Danish sepanjang GP Inggris cukup menjanjikan. Pasalnya, Silverstone merupakan sirkuit yang baru pertama kali digunakan Danish dalam kompetisi Moto3.
"Secara keseluruhan, ini adalah akhir pekan yang kompetitif bagi Hakim Danish," kata Zulfahmi.
"Meskipun kami mengawali dengan sulit, ia berhasil bangkit dengan kuat di sesi kualifikasi dan menunjukkan kemajuan positif hingga mengamankan posisi kesembilan di grid start."
Zulfahmi menegaskan bahwa hasil balapan harus diterima sebagai bagian dari proses pembelajaran. Fokus Danish dan tim kini beralih ke GP Aragon untuk kembali mengejar ketertinggalan dari Veda.
"Dalam balapan, apa pun bisa terjadi, dan kami harus menerima hasilnya, yang terpenting adalah kami memetik pelajaran dari akhir pekan ini."
"Kami terus melakukan perbaikan, serta memastikan Danish tetap kompetitif dan mampu memberikan perlawanan yang lebih sengit lagi pada balapan-balapan mendatang," imbuhnya.
BACA JUGA:Gubernur Jateng Drag Bike 2026 Siap Digelar di Surakarta, 19 Kelas Balap Dipertandingkan
Klasemen Rookie Moto3 2026
- Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) – 127 poin
- Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) – 97 poin
- Hakim Danish (AEON Credit - MT Helmets - MSI) – 86 poin
- Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) – 60 poin
- Jesus Rios (Rivacold Snipers Team) – 49 poin
- Casey O'Gorman (SIC58 Squadra Corse) – 44 poin
- Leo Rammerstorfer (SIC58 Squadra Corse) – 4 poin
8. Zen Mitani (Honda Team Asia) – 2 poin