ARAGON, MOTORACE.ID -- Menurut pembalap pabrikan Ducati, Marc Marquez, sirkuit Aragon, Spanyol menuntut gaya membalap agresif sehingga secara tidak langsung ia tampil dalam mode menyerang.
Hari pertama di MotoGP Aragon 2026 pada Jumat (28/8/2026), The Baby Alien bisa dibilang punya performa cukup baik dibanding rekan setimnya, Pecco Bagnaia.
Saat ini Marquez masih dalam tahap pemulihan cedera sejak kembali tampil pertama kali di Sachsenring, Jerman. Hasilnya nggak buruk-buruk amat.
BACA JUGA:Usai Antar 2 Pembalap ke MotoGP, Aspar Kini Andalkan Murid VR46 untuk Rebut Gelar Moto2
Tapi secara mental, dua balapan terakhir di Jerman dan Silverstone, Inggris, juara dunia sembilan kali ini gak bisa bohong. Marquez tampil kompetitif meski menuntut fisik.
Di Aragon ini Marquez tampil menjanjikan buat Ducati. Pada sesi latihan bebas pertama (FP1), dia menduduki urutan pembalap tercepat.
Kemudian di sesi latihan bebas pada sore harinya, pembalap kelahiran Catalunya ini kembali ke trek dan finis di posisi tiga besar.
Yang menarik, karena cederanya, di Aragon kali ini sebenarnya Marquez sedikit mengubah pendekatannya, guys.
Waktu di Silverstone dia mengaku ngotot sejak hari pertama yang menyebabkan kelelahan fisik di balapan utama.
Hasilnya penampilan dia kurang maksimal karena kebugaran fisiknya menurun drastis.
BACA JUGA:Resmi! Izan Guevara Naik ke MotoGP 2027 dan Jadi Rekan Setim Toprak Razgatlioglu
Setelah rampung balapan hari pertama di Aragon itu, Marquez mengakui kalau dia terbawa suasana karena karakter sirkuit.
Menurutnya sirkuit Aragon punya karakteristik yang menuntut untuk membalap secara agresif. Kalau nggak, kecepatannya kalah dari yang lain.
"Sirkuit ini trek yang menuntut gaya membalap agresif, jadi saya harus dalam mode menyerang," buka Marquez dilansir dari Crash, Sabtu (29/8/2026).
Lebih lanjut Marquez tak mempermasalahkan terkait tuntutan fisik, apakah di awal main aman atau tidak.