MOTORACE.ID --- Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Kiandra Ramadhipa, kembali menunjukkan perkembangan positif pada putaran kelima Moto3 Junior World Championship 2026 di Circuit Ricardo Tormo, Valencia.
Memulai rangkaian balapan dari posisi ke-12, pebalap Indonesia berusia 16 tahun itu mampu mengamankan finis ke-10 pada Race 1 dan meningkat tajam ke posisi keenam pada Race 2.
Penampilan kedua menjadi sorotan setelah Ramadhipa berhasil menjadi pebalap Honda dengan hasil terbaik, sekaligus mencatatkan fastest lap pertamanya di kelas tersebut dengan waktu 1:38.797.
Tambahan 16 poin dari Valencia membuatnya tetap bertahan di posisi kelima klasemen sementara dengan total 80 poin.
BACA JUGA:Hasil Race 2 ARRC ASB1000 Malaysia 2026 - Kaito Toba Sukses Hentikan Dominasi Hafizh Syahrin
BACA JUGA:Hasil Race 2 ARRC SS600 Malaysia 2026 - Wahyu Nugroho Menang, Dua Pembalap Indonesia Masuk 4 Besar
Pembalap Binaan Astra Honda Motor, Kiandra Ramadhipa--AHM
Race 1, Ramadhipa Perlahan Temukan Ritme
Ramadhipa mengawali Race 1 dengan kurang ideal setelah turun ke posisi ke-13 pada lap pertama.
Feeling terhadap motor belum sepenuhnya didapat, tetapi ritmenya mulai membaik sejak lap ketiga dan secara bertahap ia naik ke urutan ke-11.
Memasuki sepertiga akhir balapan, pace Ramadhipa mulai menyamai pebalap terdepan. Ia bahkan berhasil mendekati tiga rider di depannya, tetapi jarak yang sudah terbentuk sejak awal membuat peluang menembus 10 besar semakin sulit.
Ramadhipa akhirnya menyelesaikan Race 1 di posisi ke-10 dan membawa pulang enam poin. Hasil tersebut cukup untuk mempertahankan posisinya di lima besar klasemen sementara sebelum menjalani balapan kedua.
BACA JUGA:Hasil Race 2 ARRC AP250 Malaysia 2026 - Krittapat Keankum Kunci Gelar, Fadhil Musyavi Runner-up Lagi
BACA JUGA:Hasil Race 2 ARRC UB150 Malaysia 2026 - Fadli Rigani Tercepat, Alfi Husni Gagal Finis
Race 2, Naik Enam Posisi dan Cetak Fastest Lap
Performa Ramadhipa meningkat pada Race 2. Start yang lebih baik membuatnya melewati lap pertama di posisi ke-11, sebelum kemudian memanfaatkan sejumlah insiden dan melakukan manuver di Tikungan 2 untuk naik ke posisi kedelapan dalam empat lap awal.
Kepercayaan dirinya semakin meningkat ketika mampu masuk ke barisan enam besar. Ramadhipa terus menempel rombongan terdepan yang mayoritas diisi pebalap KTM dan mencoba mencari celah pada lap-lap terakhir.