MOTORACE.ID --- Persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin ketat setelah seri Jepang di Mobility Resort Motegi berakhir.
Pedro Acosta menilai perebutan mahkota musim ini mulai mengerucut menjadi persaingan dua pembalap, yakni Jorge Martin dan Marc Marquez, yang kini hanya terpaut dua poin di klasemen.
Acosta sendiri menyelesaikan GP Jepang di posisi ketujuh setelah terlibat persaingan dengan Raul Fernandez dan Ai Ogura, tetapi perhatian utamanya justru tertuju pada ketatnya pertarungan di papan atas.
Menurut pembalap KTM tersebut, Marco Bezzecchi masih memiliki peluang, tetapi membutuhkan rangkaian kesalahan dari dua kandidat teratas untuk kembali mendekat.
BACA JUGA:Mawan Dragon Terpilih Aklamasi sebagai Ketum IMI Jambi 2026-2030
Acosta Nilai Martin dan Marquez Makin Sulit Dikejar
Ketika ditanya mengenai kemungkinan perebutan gelar hanya melibatkan Martin dan Marquez, Acosta menyatakan persetujuannya. Ia menilai selisih Bezzecchi dengan dua pembalap teratas membuat peluang persaingan tiga arah semakin berat.
“Saya rasa begitu (tinggal urusan dua pebalap). Pada akhirnya, harus ada sangat banyak kesalahan yang terjadi agar Marco (Bezzecchi) bisa mendekat lagi saat ini,” ungkap Acosta dalam wawancaranya kepada media Spanyol, AS.
Acosta juga menyebut seri Mandalika akan menjadi salah satu titik penting untuk melihat arah persaingan gelar. Menurutnya, performa Marc Marquez di Indonesia dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai peluang sang pembalap menghadapi sisa musim.
“Saya pikir semuanya akan makin terlihat jelas setelah kita keluar dari Indonesia. Karena bagaimanapun juga, Mandalika bakal jadi salah satu sirkuit paling krusial bagi Marc sejak sirkuit itu masuk kalender. Kita harus lihat bagaimana dia keluar dari sana, dan berapa banyak sirkuit bagus yang tersisa untuknya. Tapi yang pasti, di trek di mana dia tidak boleh gagal, dia memang tidak pernah gagal,” tambah pebalap KTM tersebut.
BACA JUGA:Casytha Manahadap Road Race 2026 Putaran 2 Resmi Digelar di Sirkuit Gokart Boyolali
BACA JUGA:Jelang MotoGP Mandalika 2026, Ini Dukungan Pertamina untuk Penonton dan Komunitas
Acosta Kesulitan Cari Grip di Motegi
Di luar persaingan klasemen, Acosta mengaku GP Jepang menjadi balapan yang cukup berat. Perubahan pilihan kompon ban belakang ke tipe hard membuatnya kesulitan mendapatkan grip ketika mengerem maupun saat membuka gas keluar tikungan.
“Jujur saja, ini balapan yang sangat menyiksa. Saya tidak punya grip saat pengereman maupun saat akselerasi, jadi mekanismenya cuma bertahan sejauh yang kami bisa,” tutur Acosta.
Di sisi lain, Acosta memberikan perhatian khusus kepada Enea Bastianini yang mampu tampil sangat cepat pada lap-lap akhir menggunakan ban hard. Ia bahkan menilai Bastianini berpeluang memenangi balapan jika durasi perlombaan di Motegi masih menyisakan empat lap tambahan.