MOTORACE.ID --- Maximo Quiles mencuri perhatian setelah memastikan gelar juara dunia Moto3 2026 bersama CFMOTO Gaviota Aspar Team.
Pembalap asal Murcia, Spanyol, itu mengunci titel lewat kemenangan di Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok, Minggu, (11/10/2026), ketika musim masih menyisakan lima putaran.
Pada usia 18 tahun, Quiles mencatatkan pencapaian istimewa setelah tampil dominan sepanjang musim. Ia juga akan naik kelas ke Moto2 pada 2027 bersama tim yang sama, membuka babak baru dalam karier balapnya.
BACA JUGA:Aprilia Racing Makin Ditakuti di MotoGP, Sapu Bersih Empat Besar Jadi Bukti Kekuatan
BACA JUGA:Raul Fernandez Tak Menyangka Raih Podium MotoGP Mandalika 2026 meski Jari Patah
Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team, Maximo Quiles--MotoGP
Dibina Marc dan Alex Marquez
Nama Quiles semakin menarik karena ia berada di bawah naungan Vertical Management, perusahaan manajemen talenta yang didirikan Marc Marquez dan Alex Marquez. Seusai memastikan gelar di Mandalika, Quiles mendapat sambutan hangat dari kedua bersaudara tersebut.
Lahir pada 19 Maret 2008 dengan tinggi badan 172 cm, pembalap bernomor 28 itu menjadi salah satu talenta muda Spanyol yang berhasil menembus persaingan balap dunia.
Prestasi Quiles Sejak Kelas Junior
Sebelum berlaga di Moto3, Quiles lebih dulu membangun reputasi melalui kompetisi junior. Ia menjuarai European Talent Cup pada 2021 dan kembali meraih gelar pada 2023 bersama Aspar Junior Team.
Di Red Bull MotoGP Rookies Cup, ia juga finis ketiga pada musim 2022 dan 2023. Pada 2024, Quiles melanjutkan kiprahnya di JuniorGP dan mencatat empat podium, sembari finis kelima di klasemen akhir Rookies Cup.
BACA JUGA:Mengenal Izan Guevara, Pembalap Pramac Yamaha yang Siap Menantang di MotoGP 2027
BACA JUGA:Usai Taklukkan MotoGP Mandalika 2026, Marco Bezzecchi Ceritakan Asal-usul Selebrasinya
Dari Peringkat Ketiga hingga Juara Dunia
Quiles menjalani musim debut Moto3 pada 2025 dan langsung mengakhiri kejuaraan di posisi ketiga, sekaligus meraih gelar Rookie of the Year.
Memasuki musim 2026, performanya meningkat hingga mampu mengamankan gelar dunia dengan lima balapan tersisa.
Perjalanan kariernya juga memperlihatkan perpindahan pabrikan: ia menggunakan Honda di sejumlah kejuaraan junior sebelum beralih ke KTM saat berlaga di Moto3. Gelar dunia pertamanya kini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan baru di kelas Moto2 musim depan.