MOTORACE.ID --- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pertamax Turbo Drag Bike 2026 Region 2 di Brebes, Jawa Tengah, mencatat hasil positif dengan mengumpulkan 585 starter, melampaui target awal 500 starter.
Gelaran yang diselenggarakan Manahadap Management ini menunjukkan bahwa balap lurus nasional masih memiliki daya tarik besar ketika lokasi dan penyelenggaraannya disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
Tak hanya kelas pendukung, sejumlah kelas kejurnas yang biasanya menghadapi tantangan dalam menarik peserta juga mendapat respons positif.
BACA JUGA:Digelar November Mendatang, Kejurprov Banten 2026 Putaran Perdana Siapkan 26 Kelas Perlombaan
BACA JUGA:Catat Tanggalnya! Batusangkar Cup Race 2026 Digelar di Sirkuit NP Lapangan Cindua Mato Sumbar
Brebes Jadi Lokasi Strategis bagi Pembalap Jawa
Pemilihan Brebes bukan tanpa pertimbangan. Berada di pesisir utara Jawa Tengah dan berbatasan dengan Jawa Barat, wilayah ini memiliki akses yang relatif strategis bagi pembalap dari kedua provinsi.
Jarak yang lebih terjangkau dapat membantu tim mengurangi beban mobilitas saat membawa motor balap, perlengkapan, mekanik, dan kru menuju lokasi kejuaraan.
Kelas Kejurnas Berpeluang Kembali Ramai
Jumlah 585 starter menjadi indikator bahwa kompetisi tingkat nasional masih berpotensi menarik lebih banyak peserta. Selama ini, kelas pendukung kerap menjadi penopang jumlah starter di sejumlah gelaran drag bike, sementara kelas kejurnas menghadapi tantangan tersendiri.
Antusiasme di Brebes membuka peluang terciptanya persaingan yang lebih merata dan meningkatkan daya tarik kelas utama bagi pembalap maupun penonton.
Tantangan Menjaga Antusiasme Peserta
Keberhasilan Manahadap Management melampaui target peserta memperlihatkan pentingnya mempertimbangkan akses geografis dan karakter komunitas balap dalam menyusun kalender kejuaraan.
Namun, menjaga momentum menjadi tantangan berikutnya agar jumlah peserta tetap tinggi pada seri-seri mendatang.
Jika strategi serupa diterapkan secara konsisten, Kejurnas Drag Bike berpeluang memperkuat kembali posisinya sebagai ajang utama bagi pembalap lurus di Indonesia.