Kabar Meninggalnya 2 Mekanik Balap: Torana Lodong dan Walidi Membuat Om Mame Terpukul, Begini isi Kesedihannya

Kabar Meninggalnya 2 Mekanik Balap: Torana Lodong dan Walidi Membuat Om Mame Terpukul, Begini isi Kesedihannya


2 Mekanik balap yang tewas di tol Boyolali pernah bela tim Suzuki Hendriansyah||Istimewa

Motoraceid.com -  Kedukaan mendalam, masih menyelimuti dunia balap di Indonesia, terkait berpulangnya kedua mekanik top: Torana Lodong dan Walidi.

Banyak sahabat, kerabat dan para pencinta adu kebut yang merasa kehilangan dengan 2 sosok  mekanik yang sangat dikenal tersebut.

Terlebih sosok keduanya dikenal sebagai sosok yang ramah, pendiam dan tekun dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Salah seorang yang merasa sangat kehilangan dengan kepergian 2 mekanik balap terbaik itu, adalah Kame.

(BACA JUGA:Kolaborasi Ciamik IMI Korwil Kota Tasikmalaya dan Manajemen Mahendra akan Hadirkan Sirkuit Sesuai Kebutuhan Otomania)

Maklum saja, Kame yang kini menjadi mekanik tim motocross Bali MX adalah salah satu orang terdekat dan seangkatan dengan almarhum.

Pada era 2003 hingga 2006, pria biasa dipanggil ‘Om Mame’ ini merupakan rekan seangkatan dari kedua almarhun saat membela tim Suzuki Hendriansyah.

“Dug mengejutkan banget, keduanya cepat meninggalkan kita. Pada tahun 2003-2006 saya sempat satu tim di Suzuki Hendriansyah.

"Terakhir yang saya tahu dia megang tim Palangkaraya,” terang Om Mame saat dihubungi tim Motoraceid.com, Senin 21 Juni 2021.

(BACA JUGA:2 Mekanik Balap Road Race: Torana Lodong dan Walidi Tewas Pasca Insiden Kecelakaan di Tol Boyolali Senin Pagi)

Berkali-kali, Om Mame menyampaikan ketidakpercayaannya mendengar kabar tersebut. "Saya kenal mereka, baik mas Lodong dan mas Walidi sama-sama punya sifat yang mirip, jarang bicara.

"Tahun pertama merintis sebagai mekanik saya tahu banget, bahkan saat dia melamar pekerjaan sebagai mekanik juga tahu,” tambah Om Mame.

“Keduanya lebih banyak belajar tentang ilmu mekanik saat itu bersama almarhum om Chia Suzuki untuk mesin 2-Tak dan 4-Tak belajar dengan Ibnu Sambodo,” lanjut pria ramah yang sekarang menetap di Bali itu.

Sumber: