Terkuak Kasus Pencurian Internal, Komponen Ducati Desmosedici GP25 Ditemukan Polisi
Ducati Desmosedici GP25--GPOne
MOTORACE.ID -- Ducati mengalami pencurian suku cadang motor Desmosedici GP25 serta sejumlah barang pendukung seperti kaos, sarung tangan, dan topi.
Total kerugian diperkirakan melebihi 200 ribu euro, setara sekitar Rp3,9 miliar, dengan acuan kurs saat ini sekitar Rp19.500 per euro.
Barang-barang tersebut kemudian ditemukan di rumah seorang pria asal Rumania berusia 37 tahun yang bekerja untuk perusahaan eksternal rekanan Ducati.
Peristiwa pencurian ini terjadi pada November lalu di pabrik Ducati Borgo Panigale. Setelah dilakukan penyelidikan intensif, pihak kepolisian berhasil menemukan seluruh barang curian.
BACA JUGA:Saat Tim Pabrikan Mulai Sibuk Uji Mesin 850cc, Pirelli Juga Intensif Siapkan Ban MotoGP 2027
BACA JUGA:Banten Matic Race Piala Abah Otong 2026 Siap Digelar di Serang, Hadirkan Puluhan Kelas Bergengsi
Otoritas setempat mengumumkan keberhasilan operasi tersebut dan menyampaikan detail tambahan terkait jenis barang yang dicuri serta kronologi kasusnya.
Di antara hasil rampokan terdapat banyak komponen penting yang ditujukan untuk motor balap, mulai dari kaliper rem, cakram, suspensi, peredam kejut, hingga perlengkapan pembalap seperti kaus, topi, dan sarung tangan.
Berdasarkan taksiran penyidik, nilai barang-barang tersebut dapat melampaui 200 ribu euro jika dijual kembali di pasar gelap. Seluruh barang akhirnya dikembalikan ke Ducati di Borgo Panigale.
Identitas pelaku terungkap berkat rekaman kamera pengawas Ducati. Pria tersebut bukan orang asing di lingkungan pabrik karena bertugas sebagai teknisi pemeliharaan sistem kelistrikan dari perusahaan luar, sehingga sangat memahami kondisi gudang.
BACA JUGA:Final Kejurda Drag Bike Jabar 2025 Digelar di Cimahi, Penentuan Juara Berlangsung Akhir Pekan Ini
Pencurian diduga terjadi pada siang hari dengan memanfaatkan kendaraan yang biasa ia gunakan untuk bekerja.
Meski pelaku telah ditangkap, penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya kaki tangan yang membantu pencurian maupun penjualan kembali barang-barang tersebut.
- Tag
- Share
-