MotoGP Sepakati Aturan Baru, Pembalap Indonesia Masuk Program Pengembangan

MotoGP Sepakati Aturan Baru, Pembalap Indonesia Masuk Program Pengembangan

MotoGP Group dan Aprilia, Ducati, Honda, KTM, Yamaha Tandatangani Perjanjian 2027-2031--MotoGP

Isu lain yang ikut mencuri perhatian adalah dominasi pembalap dari negara tertentu, terutama Spanyol dan Italia. Kondisi ini mendorong adanya evaluasi pada sistem pengembangan pembalap junior. Dalam beberapa program seperti Talent Cup (sekarang Moto4) hingga Moto2 European Championship, terdapat insentif bagi tim yang berhasil mengorbitkan pembalap dari negara yang kurang terwakili di grid utama.

Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk sorotan karena hanya memiliki sekitar 2,6 persen representasi pembalap di kelas Grand Prix, jauh dari ambang 10 persen yang ideal secara distribusi. Meski begitu, nama-nama seperti Mario Suryo Aji (Moto2), Veda Ega Pratama (Moto3), hingga Muhammad Kiandra Ramadhipa (Moto3 Junior) menjadi bukti nyata program Road to MotoGP mulai menghasilkan talenta dari Asia Tenggara.

Direktur MotoGP Group, Carlos Ezpeleta, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan prioritas berdasarkan kewarganegaraan. 

"Ini bukan soal memberi prioritas," ucapnya, mengutip dari GPone.com. 

"Bukan kami yang berinvestasi dengan Spanyol dan Italia, tetapi pembalap datang dari dua negara itu karena mereka tampil dengan baik," tambahnya.

"Meski begitu, kami tidak akan memprioritaskan satu pembalap, yang terbaik harus tampil di MotoGP," tagas Carlos Ezpeleta.

Meski arah kebijakan tetap menekankan kualitas, Ezpeleta mengakui bahwa akses pembalap dari luar Eropa masih menghadapi tantangan lebih besar dalam proses menuju kelas utama.

Tag
Share
Berita Lainnya