Penalti Fabio Quartararo di Silverstone Bikin Rugi Besar, Ternyata Ada Kesalahan di Paddock
Kru Monster Energy Yamaha MotoGP--Michelin Motorsport
Berdasarkan temuan teknis, sensor tekanan ban depan sebenarnya terpasang pada motor, tetapi ID sensor tersebut tidak tersimpan di basis data onboard receiver.
Kondisi ini membuat perangkat penerima di motor tidak mengenali sinyal sensor, sehingga tidak ada data tekanan ban depan yang dapat diverifikasi oleh pengawas teknis.
Dalam regulasi MotoGP 2026, tekanan ban minimum depan harus berada di atas 1,80 bar selama sedikitnya 60 persen jarak Grand Prix, sementara pelanggaran ketentuan tersebut dapat berujung penalti waktu 16 detik.
BACA JUGA:Bukan Cuma Pedro Acosta, 4 Rider MotoGP Ini Masih Belum Pernah Berdiri di Podium Tertinggi
Dari P12 Langsung Turun ke P16
Karena data yang diwajibkan tidak tersedia, Quartararo tetap dikenai penalti 16 detik meskipun persoalannya berasal dari konfigurasi sistem, bukan indikasi bahwa pembalap sengaja menggunakan tekanan ban di bawah batas regulasi.
Penalti tersebut membuat posisi finis Quartararo berubah dari P12 menjadi P16 dan menghapus empat poin yang sebelumnya ia peroleh.
Bagi Yamaha, insiden ini menjadi pengingat bahwa detail administratif dan teknis sekecil apa pun bisa berdampak besar terhadap hasil balapan.
Kegagalan mendaftarkan ID sensor ke sistem penerima data akhirnya membuat perjuangan Quartararo selama balapan Silverstone tidak menghasilkan tambahan poin.
BACA JUGA:Hasil Balap SDW Bali Dragbike 2026 Volume 2 di Sirkuit Landih Bangli
Evaluasi Penting untuk Yamaha
Aturan pemantauan tekanan ban memang diterapkan dengan ketat untuk memastikan aspek keselamatan dan kepatuhan teknis dalam balapan MotoGP.
Karena sistem tidak memiliki data yang dapat digunakan untuk memverifikasi kondisi tekanan ban, tim tidak bisa mengandalkan kondisi fisik sensor saja sebagai pembuktian setelah balapan.
Insiden Quartararo di Silverstone sekaligus menunjukkan betapa pentingnya prosedur check-list sebelum motor meninggalkan pit box.
Bagi tim pabrikan seperti Yamaha, kesalahan konfigurasi sensor menjadi evaluasi serius agar kejadian serupa tidak kembali merugikan pembalap pada seri berikutnya.
- Tag
- Share
-