MOTORACE.ID -- Lin Jarvis resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Yamaha setelah sebelumnya mengundurkan diri dari posisi manajer tim dan beralih menjadi penasihat eksternal.
Informasi yang diperoleh Motorsport.com menyebutkan bahwa Jarvis telah memberi tahu sejumlah tokoh penting di paddock beberapa hari lalu mengenai keputusannya untuk menjadi independen dan membuka pengalaman panjangnya di dunia balap, khususnya MotoGP, bagi pihak yang membutuhkan.
Dengan langkah ini, eksekutif asal Inggris tersebut menutup perjalanan karier lebih dari 30 tahun bersama Yamaha, yang dimulai sejak 1993 di departemen komunikasi dan pemasaran hingga menapaki posisi manajer umum.
Posisi direktur pelaksana Yamaha kini dijabat Paolo Pavesio, sementara Jarvis sempat mempertahankan relasi dengan pabrikan Iwata sebagai penasihat senior.
BACA JUGA:Saat Tim Pabrikan Mulai Sibuk Uji Mesin 850cc, Pirelli Juga Intensif Siapkan Ban MotoGP 2027
BACA JUGA:Banten Matic Race Piala Abah Otong 2026 Siap Digelar di Serang, Hadirkan Puluhan Kelas Bergengsi
Pembalap Yamaha Monster Energy MotoGP, Fabio Quartararo--Michelin Motorsport
Peran tersebut membuat kamu melihat kehadirannya di lintasan menjadi lebih terbatas, sekaligus memberinya ruang untuk memikul tanggung jawab lain.
Salah satu peran krusial yang dijalani adalah menjadi perwakilan pabrikan dalam negosiasi kontrak baru antara tim-tim MotoGP dan promotor Dorna yang akan ditandatangani tahun depan, menyangkut pembagian keuntungan finansial bagi setiap tim.
Di tengah komunikasi intensif antara Jarvis dan Dorna Sports, direktur olahraga kejuaraan Carlos Ezpeleta mengonfirmasi bahwa proses pembaruan kontrak lima tahun untuk periode 2027–2031 berjalan positif.
"Kami sedang dalam tahap akhir negosiasi. Saya sangat optimis, saya pikir kami sudah sepakat," ujar pria asal Spanyol tersebut awal pekan ini.
BACA JUGA:Final Kejurda Drag Bike Jabar 2025 Digelar di Cimahi, Penentuan Juara Berlangsung Akhir Pekan Ini
Peran Jarvis sebagai penghubung pabrikan dan Dorna masih mengharuskannya menghadiri beberapa pertemuan ke depan, meskipun tugas tersebut akan berakhir setelah kesepakatan baru ditandatangani.
Selama menjabat sebagai direktur pelaksana Yamaha, keputusan-keputusan Jarvis memberi kontribusi besar terhadap kebangkitan tim sejak pertengahan 2000-an.