Alih-alih fokus di lintasan, konsentrasi Lorenzo terpecah karena tuntutan otoritas pajak Spanyol.
Pihak berwenang memerintahkannya membayar utang pajak sebesar 35 juta Euro atau sekitar Rp600 miliar.
Lorenzo dituduh memalsukan domisilinya di Lugano, Swiss, hanya untuk menghindari pajak, sementara ia diduga tetap tinggal di Barcelona.
"Masalah pajak adalah salah satu alasan saya memutuskan pensiun," ujar pembalap berjuluk The Spartan tersebut, dilansir dari GPOne, Senin (5/1/2026).
Tekanan tersebut berdampak fatal secara fisik dan mental.
Lorenzo mengaku mengalami stres berat hingga mengalami kerontokan rambut dan janggut.
BACA JUGA:Resmi Pindah, Tim Gajser Perkuat Monster Energy Yamaha Factory MXGP Musim 2026
"Seni balap saya hilang begitu saja karena kasus hukum itu," tambahnya.
Petaka Video "House Tour"
Skandal ini bermula dari hal sepele. Pada Desember 2013, Lorenzo merilis video komersial bersama Yamaha dan Monster yang memamerkan rumah mewahnya di Lugano.
View rumahnya mirip-mirip seperti di Barcelona. Properti tersebut memiliki fasilitas lengkap, mulai dari ring tinju hingga bioskop pribadi.
Video yang ditonton jutaan orang itu menarik perhatian otoritas pajak.
Mereka mempertanyakan mengapa Lorenzo mengklaim tinggal di apartemen sederhana di Swiss, sementara memiliki hunian megah di Lugano.
BACA JUGA:Satu Musim Bersama AHRT, Perjalanan Alvaro Hetta Mahendra di Asia Talent Cup 2025 Berakhir
Selain pajak, video itu juga memancing perhatian sindikat pencuri, yang Anda tahu apa yang terjadi? Ya itu dia.
Kemenangan di Pengadilan
Setelah drama bertahun-tahun, Lorenzo akhirnya dinyatakan bebas dari segala tuduhan pada tahun 2021 dan 2023.
Pengadilan Administratif Regional Catalan memenangkan Lorenzo setelah ia berhasil membuktikan bahwa pada tahun 2016 ia benar-benar penduduk Swiss.