MOTORACE.ID --- Jagad MotoGP dikejutkan oleh pernyataan tajam Max Biaggi dalam wawancara bersama TNT Sports.
Legenda balap yang juga ikon Aprilia itu tanpa ragu menyerang identitas rival senegaranya, Ducati. Isu yang diangkat bukan sekadar performa motor di lintasan, melainkan menyentuh kebanggaan nasional atau national pride.
Biaggi menilai label “pabrikan Italia” yang melekat pada Ducati bersifat semu karena struktur kepemilikan perusahaan tersebut.
Biaggi menyoroti fakta bahwa Ducati berada di bawah grup Audi.
BACA JUGA:Dunia Balap Motor Sumatera Berduka, Ayahanda Pebalap Nasional Maruli Laden Berpulang
Aprilia Racing MotoGP--Michelin Motorsport
“Sejujurnya, kami (Aprilia) adalah satu-satunya pabrikan Italia yang ada di paddock ini. Karena kita semua tahu bahwa Ducati itu Jerman, mengingat kepemilikannya oleh Audi. Kami sangat bangga akan hal ini (menjadi asli Italia), dan Piaggio Group telah melakukan pekerjaan yang luar biasa,” cetus Biaggi dengan nada tinggi.
Pernyataan ini menjadi sindiran keras, meski Ducati berbasis di Bologna dan lekat dengan budaya Italia, Biaggi menegaskan Aprilia tetap murni di bawah naungan Piaggio Group asal Italia.
Selain soal identitas, Biaggi juga memuji perkembangan signifikan Aprilia RS-GP pada musim 2026.
Ia menyebut masa ketika Aprilia hanya kompetitif di sirkuit tertentu telah berlalu. Musim 2025 ditutup dengan tiga kemenangan dari empat seri terakhir dan status runner-up klasemen konstruktor, hasil terbaik Aprilia sepanjang keikutsertaannya di MotoGP.
BACA JUGA:Cegah Balap Liar, Kapolres Jombang Cup 2026 Hadirkan Wadah Resmi Drag Race Pemula
Raul Fernandez dan Marco Bezzecchi bersama kru Trackhouse Racing dan Aprilia Racing--Aprilia Racing
Menurut Biaggi, RS-GP kini menjadi motor all-rounder tanpa titik lemah. “Sekarang tidak ada lagi lintasan yang membuat kami takut. Kita bisa selalu berada di posisi tiga besar atau lima besar.”