Mantan pembalap Pramac Ducati itu tak memungkiri, periode cedera membuat mentalitasnya terganggu.
Setiap balapan yang dia lalui tidak mudah, bahkan dia sendiri meragukan hasilnya.
"Secara mental ini sangat sulit. Bayangkan, setiap kali kamu berada di momen buruk dalam hidup, hal apapun membuat kita ragu," ujarnya.
BACA JUGA:Era 'Black and Light' Dimulai! VR46 Racing Team Resmi Comeback ke Warna Hitam-Kuning di Roma
Martin menilai hal terpenting saat ini adalah menjaga momentum kebangkitan dirinya di setiap lintasan.
Dia telah berusaha keras kembali ke level terbaiknya, fisik yang bugar dan mental positif.
"Bagi saya, hal terpentingnya adalah saya merasa sangat siap. Itulah mengapa saya berusaha bekerja kembali secara mental dan fisik untuk sampai ke titik ini, siap kembali," jelasnya.
"Dan begitu saya merasa sangat siap, saya merasa tidak ada yang bisa mengalahkan saya," tegas Martin penuh percaya diri.
Martin kembali menekankan bahwa awal musim harus dibangun dengan perasaan penuh percaya diri.
"Inilah mentalitas saya ketika saya dalam kondisi prima. Itulaj yang sedang saya jaga dan saya berharap terus mencapainya," lanjutnya.
Sebagaimana diketahui Jorge Martin mengalami cedera patah kaki kanan ketika terlibat di tes pramusim MotoGP 2025 di Sepang, Malaysia.
Cedera tersebut dialami setelah terlembat dari motor akibat insiden highside. Itu merupakan kecelakaan paling horor di lintasan MotoGP.
Kemudian dia dipulangkan ke Spanyol untuk menjalani operasi dan absen untuk sebagian besar seri MotoGP 2025.
Martin tercatat hanya menjalani tujuh balapan di musim lalu. Namun periode terbaiknya adalah ketika kembali ke Brno, Portugal, di mana dia finish keempat.