JAKARTA, MOTORACE.ID -- Tahun lalu, legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi pernah mengatakan --masalah terbesar Francesco Bagnaia adalah ban belakang.
"Tahukah kamu apa masalah terbesarnya? Ban belakangnya cepat aus," kata Rossi ketika di acara makam malam Hall of Fame tahun lalu di Misano.
Sepanjang musim anak didiknya itu menderita, bahkan tak bisa bersaing dengan rekan setimnya, Marc Marquez.
BACA JUGA:Rencana Liberty Media Tuai Penolakan, Alex Rins Blak-blakan Tolak Jadi Pembalap Cadangan Permanen
Untuk bisa bersaing di 10 besar saja sulit bagi Pecco Bagnaia dengan motor Ducatinya kala itu.
Rossi menyebut, di musim itu Bagnaia pasti mengalami kemunduran di pengujung balapan karena ban belakang motornya cepat aus.
Padahal, kata Rossi, jika dibandingkan musim 2024, Bagnaia terkenal lebih kuat di lap-lap terakhir balapan.
"Pada lap-lap terakhir Pecco lebih lambat. Padahal dia sangat kuat di lap-lap terakhir [musim 2024]," jelas Rossi dikutip dari Crash.
Hanya saja bagi juara MotoGP dua kali ini, Baganaia, meski feeling dia dengan bagian depan motor tampak jauh lebih baik selama musim dingin, masalah cengkeraman ban belakang tetap berlanjut.
Biang kerok tersebut yang kembali dirasakan oleh Bagnaia di tiga seri awal MotoGP 2026.
BACA JUGA:Andrea Dovizioso Soroti Cedera Marc Marquez, Dinilai Lebih Parah Usai MotoGP Amerika 2026
Bagnaia baru nyadar biang kerok terbesarnya adalah kinerja ban belakang cepat aus ketika balapan di COTA, Amerika Serikat lalu.
Tepatnya waktu Pecco memimpin Sprint Race sebelumnya akhirnya disusul oleh Jorge Martin di lap terakhir.
Padahal waktu itu Bagnaia pakai tipe ban belakang yang sama dengan Martin, yakni ban medium.
Meskipun memimpin balapan di depan, nyatanya kecepatan Bagnaia nggak jauh lebih baik dari Pedrosa Acosta, Joan Mir, Enea Bastianini sampai Marc Marquez yang mengalami kerusakan pada motornya.