Balapan basah di level Moto3 bukan perkara mudah. Rider harus memahami karakter ban, perubahan grip, sampai risiko aquaplaning dalam kecepatan tinggi.
Dan menariknya, Veda mampu melewati semua tantangan itu dengan cukup matang untuk ukuran rookie berusia 17 tahun.
Banyak pengamat mulai melihat potensi besar dari pembalap asal Indonesia tersebut. Adaptasi cepat, mental kuat, serta kemampuan membaca situasi balap jadi modal penting untuk berkembang di Grand Prix.
Buat para brew dan speedgoers Tanah Air, performa Veda di Le Mans jelas jadi sinyal positif. Podium mungkin belum datang kali ini, tapi pengalaman berharga dari balapan basah bisa menjadi senjata penting untuk seri-seri berikutnya di Moto3 2026.