MOTORACE.ID -- Ducati tampil dominan sepanjang musim 2025 dengan meraih tiga mahkota yang tersedia, meski Aprilia kerap memberi tekanan di fase akhir balapan.
Namun, di balik kesuksesan tersebut, muncul satu momen sulit yang justru terjadi setelah kemenangan ke-93 Marc Marquez di Mugello.
Alih-alih pesta kemenangan di hadapan tifosi Italia, suasana sirkuit berubah tidak nyaman akibat cemoohan dan siulan yang ditujukan kepada Marquez.
Momen itu semakin viral ketika Davide Tardozzi menghadapi langsung kerumunan penonton sambil berteriak, "È rosso! (Dia merah!)".
BACA JUGA:Terkuak Kasus Pencurian Internal, Komponen Ducati Desmosedici GP25 Ditemukan Polisi
BACA JUGA:Setelah 30 Tahun Bersama, Lin Jarvis Resmi Berpisah dengan Yamaha MotoGP
Podium MotoGP Italia 2025, Alex Marquez, Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio--Michelin Motosport
Seruan tersebut merujuk pada fakta bahwa Marc Marquez kini membela Ducati, tim asal Italia, sehingga dianggap bagian dari mereka. Insiden itu menjadi sorotan luas dan memicu perdebatan di kalangan penggemar MotoGP.
Dalam bagian ketiga film dokumenter DAZN VOLVER, Tardozzi mengenang kembali kejadian tersebut dan mengakui bahwa itu adalah pengalaman yang berat.
"Itu adalah momen yang sangat sulit bagi saya karena saat itu, saya melihat tribune penonton di Mugello, di mana lebih dari 50 persen mengenakan kaos merah. Seorang pembalap sekaliber Marc, yang mengendarai Ducati di Mugello, dan telah menang, tidak bisa dicemooh," tegasnya.
Ia juga menyerukan agar polemik Valentino Rossi dan Marc Marquez segera diakhiri.
BACA JUGA:Mandalika Tidak Masuk Daftar, Sejumlah Sirkuit MotoGP Ini Kontraknya Akan Berakhir 2026
BACA JUGA:Johann Zarco Pembalap MotoGP yang Punya Hobi Turing Jarak Jauh di Segala Kondisi
Valentino Rossi dan Marc Marquez di MotoGP Catalan 2016--Cycle World
"Saya benar-benar lelah dengan memori tahun 2015 ini. Cukup, Anda bukan penggemar motor sejati jika terus memikirkan hal itu," tandas Tardozzi.
Lebih lanjut, Tardozzi menegaskan pentingnya rasa hormat kepada pemenang balapan dan meminta semua pihak berhenti mengungkit masa lalu.
"Situasi itu sangat mengganggu saya. Pertama, karena kamu harus menghormati siapa yang menang. Kedua, karena kami berada di Mugello, kamu mengenakan jersey merah, kamu tak boleh mencemooh Marc," ujarnya.
Artur Villalta dari tim pers Ducati turut menegaskan sikap tim, "Jelas bahwa sebuah tim akan membela pembalapnya, apakah dia orang Italia, Australia, Spanyol... apa pun. Tapi, dia tidak membelanya hanya karena dia memakai warna merah, dia membela dirinya sendiri karena kami ingin semua pembalap, apa pun mereknya, apa pun kebangsaannya, dihormati," ucapnya.